PTMB Luruskan Isu Penggiliran Air Akhir Pekan: Bukan untuk Seluruh Balikpapan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Informasi mengenai penggiliran aliran air pada akhir pekan yang beredar di tengah masyarakat menimbulkan kekhawatiran sebagian warga Balikpapan. Namun, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan kebijakan tersebut tidak berlaku untuk seluruh wilayah Kota Balikpapan.

Direktur Operasional PTMB, Ir. Ali Rachman, menjelaskan pengaturan aliran air hanya diterapkan secara khusus di sejumlah wilayah Batuah dan Taman Sari bagian atas, Kecamatan Balikpapan Utara.

Wilayah tersebut saat ini menghadapi kendala pasokan air akibat menurunnya produksi air yang dipengaruhi fenomena El Niño.

Menurut Ali, penanganan yang dilakukan PTMB bersifat lokal dan disesuaikan dengan kondisi jaringan serta ketersediaan pasokan di wilayah terdampak.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak serta-merta menjadikan flyer atau informasi mengenai penggiliran aliran air yang beredar di media sosial sebagai jadwal resmi distribusi PTMB.

“Kami mengimbau masyarakat Balikpapan agar tidak keliru memahami informasi yang beredar terkait penggiliran aliran air. Flyer yang beredar saat ini bukan merupakan informasi resmi PTMB untuk seluruh wilayah Kota Balikpapan,” ujar Ali.

Ali menerangkan, informasi penggiliran air yang beredar tersebut berkaitan dengan pelayanan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Km 12.

Penanganannya pun tidak diberlakukan secara umum, melainkan difokuskan pada wilayah tertentu yang mengalami keterbatasan pasokan.

“Informasi tersebut hanya berkaitan dengan pelayanan dari IPA Km 12 dan penanganannya bersifat khusus untuk wilayah tertentu. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memastikan terlebih dahulu setiap informasi melalui kanal resmi PTMB agar tidak menimbulkan keresahan,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian PTMB karena produksi air mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen akibat dampak fenomena El Niño.

Situasi itu membuat perusahaan harus melakukan berbagai penyesuaian agar distribusi air tetap berjalan, terutama di kawasan yang berada pada kondisi pasokan paling terbatas.

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, PTMB sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua RT, dan perwakilan warga di wilayah terdampak.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari solusi agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air tetap dapat dipenuhi.

Dari hasil koordinasi itu, PTMB menyiapkan sejumlah langkah alternatif. Di antaranya penyaluran air bersih menggunakan armada tangki, penyediaan drum atau tempat penampungan air, serta rekayasa jaringan secara terbatas.

Langkah tersebut terutama disiapkan untuk menghadapi kebutuhan air pada akhir pekan ketika aktivitas masyarakat tetap tinggi.

“Penanganan ini kami lakukan secara khusus untuk wilayah yang terdampak. Kami berupaya memberikan alternatif pemenuhan kebutuhan air masyarakat melalui suplai tangki, penyediaan tempat penampungan, serta rekayasa jaringan secara terbatas,” jelas Ali.

Di luar wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan, Ali memastikan pelayanan air PTMB di wilayah Balikpapan lainnya tetap berjalan.

Distribusi air dilakukan dengan menyesuaikan kondisi sistem jaringan dan ketersediaan suplai dari masing-masing instalasi pelayanan.

PTMB juga meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap informasi mengenai distribusi air yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.

Masyarakat diimbau memastikan informasi melalui kanal komunikasi resmi PTMB sebelum menjadikannya sebagai acuan.

Penegasan tersebut sekaligus menjadi upaya PTMB mencegah munculnya keresahan akibat informasi yang tidak utuh mengenai penggiliran air di Balikpapan.

Di tengah tekanan produksi akibat kondisi iklim, PTMB berupaya menjaga distribusi air tetap berjalan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak keterbatasan pasokan tetap mendapatkan penanganan.(mid)